
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.7.1" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>bibi criwis</title>
	<link>http://rti19.dagdigdug.com</link>
	<description>Griya Penaku...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Mar 2010 19:57:59 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>M E R P A T I . . .</title>
		<description>

Merpati terbang tinggi
lintasi jejak-jejak nurani bisu
mengepakkan sayap-sayap harapan
menerjang menentang angin ketamakan nan lalu

Kala sengatan mentari begitu memanggang
merpati singgah dalam dahan kedamaian
meneduhkan asa yang tersisa
menyorotkan tatapan yang masih terbentang jauh mengangkasa

Merpati terbang tinggi
merajut mimpi-mimpi menembus awan pekat
melanglang buana merajang setiap nestapa
kala yakin bahwa takkan ada yang pupus mana tekad membara

[Senin, 01 ...</description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/03/04/m-e-r-p-a-t-i/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Lelaki Tua</title>
		<description>

Lelaki tua...
menyeberangi rel kereta tua
menelusuri jalan kepongahan hidup demi sesuap nasi dalam doa
berkulum dzikir dalam tasbih jemari kotor melekat noda
demi harapan bersama hirupan nafas yang selaksa renta tanpa goda

lelaki tua..
melangkahkan kaki dalam bisingnya kota
menghujamkan pandangan yang mulai rabun berkabut senja
dalam rintih tangis deru aspal hitam yang tergilas kerakusan dunia

lelaki tua...
kini ...</description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/03/04/lelaki-tua/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kabut Cinta</title>
		<description>

Cinta...
ingin kutanyakan tentang rindu pada-Mu
dalam pekatnya malam bersama kerling bintang dan senyum rembulan di sana
hingga teriring rindu yang menderu ini sampai pada-Mu

Cinta..
kala goda menghujam sukma
serpihan gelisah tak menentu merajuk sepi
menjunjung keduniawian untuk selalu bertahta di hati
membuat rindu tak terbilang menjadi sekuntum melati mewangi
melepaskan nafsu kembali pada hijrah ragawi

Ah, cinta..
entah dengan ...</description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/03/04/kabut-cinta/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Cinta Aida . . .</title>
		<description>

Sakura masih bertengger erat pada dahan-dahan pilu
dalam dingin salju yang hampir luluh
dalam desau angin rindu merajuk kelu
dalam desah rintihan kelam awan kelabu
dan Aida masih di sana, bersama cinta yang meragu

Aida...
gadis cantik berkerudung santun
menatap sendu pada matahati yang terlantun
menyepuh udara pada tangis sepi yang mengalun
lalu menghapus asa yang hilang bersama karam ...</description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/03/04/cinta-aida/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Duka Sang Raga</title>
		<description>

duh Gusti...
betapa tinggi gunung itu harus kudaki
tapi kaki ini selalu tertatih tak pernah sampai

entah karena mendung di hati
atau kabut jiwa yang tak pernah usai
hingga tujuan selalu hambar
menyambar derai rintik angan-angan
meluapkan amarah yang tak pernah henti

kini hujan telah berlalu
pelangi indah menjuntai pada bukit-bukit harapan
tapi hatiku masih saja keruh
bersama raga yang kian ...</description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/02/23/duka-sang-raga/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Aksara dalam Kisah</title>
		<description>

satu kisah kau goreskan padaku
lewat untaian aksara indah ia mengalun sendu

entah dari negeri mana kisah itu berlaku
seorang perempuan cantik menangis mendayu
lalu karam bersama genangan mata melukis luka membiru

aku masih terhanyut pilu
memandangi seraut wajah lara mengukur waktu
seakan luka ingin ia pahat bersama palu
agar tertancap erat bersama bulan yang kan berlalu

tiba-tiba aksaramu ...</description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/02/22/aksara-dalam-kisah/</link>
			</item>
	<item>
		<title>A N G I N . .</title>
		<description>

Angin...
entah karena apa
kau singgah sejenak di telingaku
membisikkan satu sendu yang membiru
luka baru entah darimana datangnya
begitu menyayat
meninggalkan pekik gelisah nan lara

lalu engkau menari di hadapanku
meliuk-liukkan tubuhmu pada dahan landai
seakan itu gambaran yang terkisah
membuatku merintih ngilu

Angin..
kini khabarkanlah kisah bahagia padaku
agar luka itu tak membuatku nyeri
biar ia hilang bersamamu nanti
agar damainya selalu di ...</description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/02/22/a-n-g-i-n/</link>
			</item>
	<item>
		<title>P A T A H . .</title>
		<description>

Aku ranting manis bertengger di dahan kuat
meliuk indah berteman daun dan pucuk baru

Kala musim panen tiba
buahku ranum menggoda
petikkan jemari buat luka menganga
perih..
rintih..
hingga tetesan menggetah

Namun aku tetap ranting manis bertengger di dahan kuat
sampai kala musim kering tiba
aku lemah bertengger di sana
hingga waktu termakan usia
lalu, krek!!

~ ~ ~ ~ o0o ~ ~ ...</description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/02/20/p-a-t-a-h/</link>
			</item>
	<item>
		<title>R E S A H . .</title>
		<description>

Lentera itu kembali berkedip
Sebentar...
Namun sering
Entah karena lelah
Atau angin yang menyapa

~ ~ ~ ~ o0o ~ ~ ~ ~Berbagi
 </description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/02/19/r-e-s-a-h/</link>
			</item>
	<item>
		<title>M A T I . . .</title>
		<description>

Termangu
Diam seribu batu
Lalu...
Karam berpenat duka

Tersudut segala luka
Hening bersama hawa dingin
Lalu beku
Meninggalkan seonggok tulang terbalut daging tak bernyawa

~ ~ ~ ~ o0o ~ ~ ~ ~Berbagi
 </description>
		<link>http://rti19.dagdigdug.com/2010/02/18/m-a-t-i/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
